Selasa, 22 Januari 2013


Tinjaun Pendidikan Islam

A.    Pendidikan Agama Islam
  1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
                  Pendidikan Agama Islam adalah merupakan usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang  terkandung di dalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna, maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran agama Islam yang dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia akherat.[1]
            Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur'an dan Al-Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan serta penggunaan pengalaman dibarengi tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan agar umat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.[2]
                  Zakia Darodjat memaknai pengertian Pendidikan Agama Islam sebagai berikut:
1)   Pendidikan Agama Islam ialah usaha berupa bimbingan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life)
2)   Pendidikan Agama Islam ialah pendidikan yang dilaksanakan berdasar agama Islam.
3)   Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akherat kelak.[3]
Adapun Pendidikan Agama Islam menurut Muhaimin adalah upaya Pendidikan Agama Islam atau ajaran Islam dan nilai- nilainya kepada anak, serta menjadikannya way of life.[4]
Berkaitan dengan penelitian ini, maka yang dimaksud dengan pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah terdiri atas empat mata pelajaran,  yaitu: Al-Qur'an-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi.[5]
  1. Fungsi Pendidikan Agama Islam
            Pendidikan Agama Islam diberikan di Sekolah Menengah Pertama/MTs adalah sebagai berikut:
a.   Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga.
b.   Penanaman nilai ajaran agama Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
c.   Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui Pendidikan Agama Islam.
d.   Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, dan pengalaman ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari- hari.
e.   Pencegahan peserta didik dari hal- hal negatif budaya asing yang akan dihadapinya sehari- hari.
f.    Pengajaran tentang ilmu pengetahuannya keimanan secara umum yang fungsional.
g.   Penyaluran siswa untuk mendalami pendidikan agama ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi.[6]
  1. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam di SMP/MTs bertujuan untuk:
a.       Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam.
b.      Mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama  dan berakhlak mulia.[7]
Secara rinci, tujuan pendidikan agama Islam sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan adalah sebagai berikut:

a.   Al-Qur'an-Hadis

1)      Meningkatkan kecintaan siswa terhadap al-Qur'an dan hadis.
2)     Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan.
3)     Meningkatkan kekhusyukan siswa dalam beribadah terlebih salat, dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surat/ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca.[8]

b.   Mata pelajaran Akidah-Akhlak bertujuan untuk:

1)      Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2)     Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.[9]

c.   Pembelajaran fikih bertujuan untuk :

1)   Mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fikih muamalah.
2)   Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan ibadah sosial. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial.[10]

d.   Pembelajaran SKI bertujuan untuk:

1)      Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam  yang telah dibangun oleh Rasulullah saw dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
2)      Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan  sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan.
3)      Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah.
4)      Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa lampau.
5)      Mengembangkan  kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.[11]

  1. Ruang Lingkup PAI
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara lain :
a.       Hubungan manusia dengan Allah
b.      Hubungan manusia dengan sesama manusia
c.       Hubungan manusia dengan makhluk lain (selain manusia) dan lingkungan.
Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama/MTs berfokus pada lima aspek yaitu: Al-Qur'an, Aqidah, Syari'ah, Akhlak, Tarikh.
Sedangkan ruang lingkup Pendidikan Agama Islam pada MTs sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, adalah sebagai berikut:
a.      Al-Qur'an-Hadis
Ruang lingkup mata pelajaran Al-Qur'an-Hadis di Madrasah Tsanawiyah meliputi:
1)      Membaca dan menulis yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid.
2)      Menerjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat, dan hadis dalam memperkaya khazanah intelektual.
3)      Menerapkan isi kandungan ayat/hadis yang merupakan unsur pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Akidah-Akhlak
Ruang lingkup mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah Tsanawiyah meliputi:
1)      Aspek akidah terdiri atas dasar dan tujuan akidah Islam, sifat-sifat Allah, al-asma' al-husna, iman kepada Allah, Kitab-Kitab Allah, Rasul-Rasul Allah, Hari Akhir serta Qada Qadar.
2)      Aspek akhlak terpuji yang terdiri atas ber-tauhiid, ikhlaas, ta’at, khauf, taubat, tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukur, qanaa’ah, tawaadu', husnuzh-zhan, tasaamuh dan ta’aawun, berilmu, kreatif, produktif, dan pergaulan remaja.
3)      Aspek akhlak tercela meliputi kufur, syirik, riya, nifaaq, anaaniah, putus asa, ghadlab, tamak, takabbur, hasad, dendam, giibah, fitnah, dan namiimah.
c.       Fikih
Ruang lingkup fikih di Madrasah Tsanawiyah meliputi ketentuan pengaturan hukum Islam dalam menjaga keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan sesama manusia.  Adapun ruang lingkup mata pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah meliputi :
1)      Aspek fikih ibadah meliputi: ketentuan dan tatacara taharah, salat fardu, salat sunnah, dan salat dalam keadaan darurat,  sujud, azan dan iqamah, berzikir dan berdoa setelah salat, puasa, zakat, haji dan umrah, kurban dan akikah, makanan, perawatan jenazah, dan ziarah kubur. 
2)      Aspek fikih muamalah  meliputi: ketentuan dan hukum jual beli, qirad, riba, pinjam-  meminjam, utang piutang, gadai, dan borg serta upah.
d.      Sejarah Kebudayaan Islam
Ruang lingkup Sejarah Kebudayan Islam di Madrasah Tsanawiyah meliputi:    
1)      Pengertian dan tujuan mempelajari sejarah kebudayaan Islam
2)      Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW periode Makkah
3)      Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW periode Madinah
4)      Memahami peradaban Islam pada masa Khulafaurrasyidin
5)      Perkembangan masyarakat Islam pada masa Dinasti Bani Umaiyah 
6)      Perkembangan masyarakat Islam pada masa Dinasti Bani Abbasiyah
7)      Perkembangan masyarakat Islam pada masa Dinasti Al Ayyubiyah
8)      Memahami perkembangan Islam di Indonesia[12]



[1] Achmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Hukum Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), hlm. 32

[2] Deppennas, Kurikulum 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, (Jakarta: 2003), hlm.4

[3] Zakia Drajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bina Aksara, 2006), hlm. 86
[4] Muhaimin et.al., Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hlm.30

[5] Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, (Jakarta, 2008), hlm. 48
[6] Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ……., (Jakarta: 2002), hlm.5

[7] Ibid, hal.9
[8] Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 ........... hlm. 49

[9] Ibid, hlm. 50

[10] Ibid, hlm. 51
[11] Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 ........ hlm. 50-51
[12] Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 ........  hlm. 53-54

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar